Selasa, 04 September 2012

Sumber Polusi Udara



Sumber Polusi Udara
Pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.
Belakangan ini tumbuh keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global (global warming) yg memengaruhi;
Kegiatan manusia
  • Transportasi
  • Industri
  • Pembangkit listrik
  • Pembakaran (perapian, kompor, furnace,[insinerator]dengan berbagai jenis bahan bakar
  • Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti (CFC)
Sumber alami
Sumber-sumber lain




Karbon monoksida, rumus kimia CO, adalah gas yang tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa. Ia terdiri dari satu atom karbon yang secara kovalen berikatan dengan satu atom oksigen. Dalam ikatan ini, terdapat dua ikatan kovalen dan satu ikatan kovalen koordinasi antara atom karbon dan oksigen.
Karbon monoksida dihasilkan dari pembakaran tak sempurna dari senyawa karbon, sering terjadi pada mesin pembakaran dalam. Karbon monoksida terbentuk apabila terdapat kekurangan oksigen dalam proses pembakaran. Karbon monoksida mudah terbakar dan menghasilkan lidah api berwarna biru, menghasilkan karbon dioksida. Walaupun ia bersifat racun, CO memainkan peran yang penting dalam teknologi modern, yakni merupakan prekursor banyak senyawa karbon.




Pembakaran adalah suatu runutan reaksi kimia antara suatu bahan bakar dan suatu oksidan, disertai dengan produksi panas yang kadang disertai cahaya dalam bentuk pendar atau api.
Dalam suatu reaksi pembakaran lengkap, suatu senyawa bereaksi dengan zat pengoksidasi, dan produknya adalah senyawa dari tiap elemen dalam bahan bakar dengan zat pengoksidasi. Contoh:


Description: CH_4 + 2O_2 \rightarrow \; CO_2 + 2H_2O + \textrm{panas}
Description: CH_2S + 6F_2 \rightarrow \; CF_4 + 2HF + SF_6 + \textrm{panas}


Contoh yang lebih sederhana dapat diamati pada pembakaran hidrogen dan oksigen, yang merupakan reaksi umum yang digunakan dalam mesin roket, yang hanya menghasilkan uap air.
Description: 2H_2 + O_2 \rightarrow \; 2H_2O + \textrm{panas}
Pada mayoritas penggunaan pembakaran sehari-hari, oksidan oksigen (O2) diperoleh dari udara ambien dan gas resultan (gas cerobong, flue gas) dari pembakaran akan mengandung nitrogen:
Description: CH_4 + 2O_2 + 7.52N_2 \rightarrow \; CO_2 + 2H_2O + 7.52 N_2 + \textrm{panas}
Seperti dapat dilihat, jika udara adalah sumber oksigen, nitrogen meliputi bagian yang sangat besar dari gas cerobong yang dihasilkan.
Dalam kenyataannya, proses pembakaran tidak pernah sempurna. Dalam gas cerobong dari pembakaran karbon (seperti dalam pembakaran batubara) atau senyawa karbon (seperti dalam pembakaran hidrokarbon, kayu, dll) akan ditemukan baik karbon yang tak terbakar maupun senyawa karbon (CO dan lainnya). Jika udara digunakan sebagai oksidan, beberapa nitrogen akan teroksidasi menjadi berbagai jenis nitrogen oksida (NOx) yang kebanyakan berbahaya

Pembakaran adalah suatu runutan reaksi kimia antara suatu bahan bakar dan suatu oksidan, disertai dengan produksi panas yang kadang disertai cahaya dalam bentuk pendar atau api.
Dalam suatu reaksi pembakaran lengkap, suatu senyawa bereaksi dengan zat pengoksidasi, dan produknya adalah senyawa dari tiap elemen dalam bahan bakar dengan zat pengoksidasi. Contoh:
Description: CH_4 + 2O_2 \rightarrow \; CO_2 + 2H_2O + \textrm{panas}
Description: CH_2S + 6F_2 \rightarrow \; CF_4 + 2HF + SF_6 + \textrm{panas}
Contoh yang lebih sederhana dapat diamati pada pembakaran hidrogen dan oksigen, yang merupakan reaksi umum yang digunakan dalam mesin roket, yang hanya menghasilkan uap air.
Description: 2H_2 + O_2 \rightarrow \; 2H_2O + \textrm{panas}
Pada mayoritas penggunaan pembakaran sehari-hari, oksidan oksigen (O2) diperoleh dari udara ambien dan gas resultan (gas cerobong, flue gas) dari pembakaran akan mengandung nitrogen:
Description: CH_4 + 2O_2 + 7.52N_2 \rightarrow \; CO_2 + 2H_2O + 7.52 N_2 + \textrm{panas}
Seperti dapat dilihat, jika udara adalah sumber oksigen, nitrogen meliputi bagian yang sangat besar dari gas cerobong yang dihasilkan.
Dalam kenyataannya, proses pembakaran tidak pernah sempurna. Dalam gas cerobong dari pembakaran karbon (seperti dalam pembakaran batubara) atau senyawa karbon (seperti dalam pembakaran hidrokarbon, kayu, dll) akan ditemukan baik karbon yang tak terbakar maupun senyawa karbon (CO dan lainnya). Jika udara digunakan sebagai oksidan, beberapa nitrogen akan teroksidasi menjadi berbagai jenis nitrogen oksida (NOx) yang kebanyakan berbahaya




Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d4/Atmosphere_layers-id.svg/200px-Atmosphere_layers-id.svg.png

Description: http://bits.wikimedia.org/static-1.20wmf9/skins/common/images/magnify-clip.png  Atmosfer


Lapisan-lapisan atmosfer Bumi.
Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, termasuk bumi, dari permukaan planet tersebut sampai jauh di luar angkasa. Di Bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan Bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut. Transisi antara lapisan yang satu dengan yang lain berlangsung bertahap. Studi tentang atmosfer mula-mula dilakukan untuk memecahkan masalah cuaca, fenomena pembiasan sinar matahari saat terbit dan tenggelam, serta kelap-kelipnya bintang. Dengan peralatan yang sensitif yang dipasang di wahana luar angkasa, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang atmosfer berikut fenomena-fenomena yang terjadi di dalamnya.
Atmosfer Bumi terdiri atas nitrogen (78.17%) dan oksigen (20.97%), dengan sedikit argon (0.9%), karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya. Atmosfer melindungi kehidupan di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari Matahari dan mengurangi suhu ekstrem di antara siang dan malam. 75% dari atmosfer ada dalam 11 km dari permukaan planet.
Atmosfer tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar.




Ozon


Ozon
Description: Gambar
Description: Gambar
Description: Gambar
Trioksigen
Identifikasi
[10028-15-6]
Sifat
O3
47,998 g·mol−1
Penampilan
gas berwarna kebiruan
2,144 g·L−1 (0 °C), gas
80,7 K, −192,5 °C
161,3 K, −111,9 °C
Kelarutan dalam air
0,105 g·100mL−1 (0 °C)
Termokimia
+142,3 kJ·mol−1
237,7 J·K−1.mol−1
Bahaya
tidak terdaftar
Kecuali dinyatakan sebaliknya, data di atas berlaku
pada
temperatur dan tekanan standar (25°C, 100 kPa)
Ozon terdiri dari tiga molekul oksigen dan amat berbahaya pada kesehatan manusia. Secara alamiah, ozon dihasilkan melalui percampuran cahaya ultraviolet dengan atmosfer bumi dan membentuk suatu lapisan ozon pada ketinggian 50 kilometer.




Amonia



Amonia
Description: AmmoniaDescription: Gambar 3 dimensi amonia
Umum
Amonia
Azana[1]
Nama lain
Hidrogen nitrida
spiritus Hartshorn
Nitrosil
Vaporol [2]
NH3
17.0306 g/mol[1]
Penampilan
Gas tak berwarna
berbau tajam
Sifat-sifat
0.6942 g/L, gas.[3]
Kelarutan dalam air
89.9 g/100 ml pada 0 °C.
-77.73 °C (195.42 K)
651 °C
-33.34 °C (239.81 K)
9.25
Kebasaan (pKb)
4.75
Struktur
piramida segitiga
1.42 D
107.5°
Bahaya
Bahaya utama
berbahaya, kaustik, korosif
Description: NFPA 704.svg
1
3
0

Tidak ada[4]
R: R10, R23, R34, R50
S: (S1/2), S16, S36/37/39,
S45, S61
Angka RTECS
BO0875000
Senyawa berhubungan
Amonium (NH4+)
hidroksida (NH4OH)
klorida (NH4Cl)
Senyawa lain
Kecuali dinyatakan sebaliknya, data di atas
diberikan dalam
keadaan standar(25 °C, 100 kPa)]]
Sangkalan umum dan referensi
Amonia adalah senyawa kimia dengan rumus NH3. Biasanya senyawa ini didapati berupa gas dengan bau tajam yang khas (disebut bau amonia). Walaupun amonia memiliki sumbangan penting bagi keberadaan nutrisi di bumi, amonia sendiri adalah senyawa kaustik dan dapat merusak kesehatan. Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Pekerjaan Amerika Serikat memberikan batas 15 menit bagi kontak dengan amonia dalam gas berkonsentrasi 35 ppm volum, atau 8 jam untuk 25 ppm volum.[5] Kontak dengan gas amonia berkonsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru-paru dan bahkan kematian.[5] Sekalipun amonia di AS diatur sebagai gas tak mudah terbakar, amonia masih digolongkan sebagai bahan beracun jika terhirup, dan pengangkutan amonia berjumlah lebih besar dari 3.500 galon (13,248 L) harus disertai surat izin.[6]
Amonia yang digunakan secara komersial dinamakan amonia anhidrat. Istilah ini menunjukkan tidak adanya air pada bahan tersebut. Karena amonia mendidih di suhu -33 °C, cairan amonia harus disimpan dalam tekanan tinggi atau temperatur amat rendah. Walaupun begitu, kalor penguapannya amat tinggi sehingga dapat ditangani dengan tabung reaksi biasa di dalam sungkup asap. "Amonia rumah" atau amonium hidroksida adalah larutan NH3 dalam air. Konsentrasi larutan tersebut diukur dalam satuan baumé. Produk larutan komersial amonia berkonsentrasi tinggi biasanya memiliki konsentrasi 26 derajat baumé (sekitar 30 persen berat amonia pada 15.5 °C).[7] Amonia yang berada di rumah biasanya memiliki konsentrasi 5 hingga 10 persen berat amonia.
Amonia umumnya bersifat basa (pKb=4.75), namun dapat juga bertindak sebagai asam yang amat lemah (pKa=9.25).
.




Klor


Klorin beralih ke sini, untuk senyawa heterolingkar dengan nama yang sama, lihat klorin (heterolingkar)

belerangklorargon
F

Cl

Br
Description: Element 1: Hidrogen (H), Other non-metal

Description: Element 2: Helium (He), Noble gas
Description: Element 3: Litium (Li), Alkali metal
Description: Element 4: Berllium (Be), Alkaline earth metal

Description: Element 5: Boron (B), Metalloid
Description: Element 6: Karbon (C), Other non-metal
Description: Element 7: Nitrogen (N), Other non-metal
Description: Element 8: Oxigen (O), Other non-metal
Description: Element 9: Flour (F), Halogen
Description: Element 10: Neon (Ne), Noble gas
Description: Element 11: Natriun (Na), Alkali metal
Description: Element 12: Magnesium (Mg), Alkaline earth metal

Description: Element 13: Aluminium (Al), Other metal
Description: Element 14: Silikon (Si), Metalloid
Description: Element 15: Fosfor (P), Other non-metal
Description: Element 16: Belerang (S), Other non-metal
Description: Element 17: Klorin (Cl), Halogen
Description: Element 18: Argon (Ar), Noble gas
Description: Element 19: Kalium (K), Alkali metal
Description: Element 20: Kalsium (Ca), Alkaline earth metal

Description: Element 21: Skandium (Sc), Transition metal
Description: Element 22: Titanium (Ti), Transition metal
Description: Element 23: Vanadium (V), Transition metal
Description: Element 24: Kromium (Cr), Transition metal
Description: Element 25: Mangan (Mn), Transition metal
Description: Element 26: Besi (Fe), Transition metal
Description: Element 27: Kobal (Co), Transition metal
Description: Element 28: Nikel (Ni), Transition metal
Description: Element 29: Tembaga (Cu), Transition metal
Description: Element 30: Seng (Zn), Transition metal
Description: Element 31: Galium (Ga), Other metal
Description: Element 32: Germanium (Ge), Metalloid
Description: Element 33: Arsen (As), Metalloid
Description: Element 34: Selenium (Se), Other non-metal
Description: Element 35: Bromin (Br), Halogen
Description: Element 36: Kripton (Kr), Noble gas
Description: Element 37: Rubidium (Rb), Alkali metal
Description: Element 38: Stronsium (Sr), Alkaline earth metal

Description: Element 39: Itrium (Y), Transition metal
Description: Element 40: Zirkonium (Zr), Transition metal
Description: Element 41: Niobium (Nb), Transition metal
Description: Element 42: Molibdenum (Mo), Transition metal
Description: Element 43: Teknesium (Tc), Transition metal
Description: Element 44: Rutenium (Ru), Transition metal
Description: Element 45: Rodium (Rh), Transition metal
Description: Element 46: Paladium (Pd), Transition metal
Description: Element 47: Perak (Ag), Transition metal
Description: Element 48: Kadmium (Cd), Transition metal
Description: Element 49: Indium (In), Other metal
Description: Element 50: Seng (Sn), Other metal
Description: Element 51: Antimon (Sb), Metalloid
Description: Element 52: Telurium (Te), Metalloid
Description: Element 53: Yodium (I), Halogen
Description: Element 54: Xenon (Xe), Noble gas
Description: Element 55: Sesium (Cs), Alkali metal
Description: Element 56: Barium (Ba), Alkaline earth metal
Description: Element 57: Lantanum (La), Lanthanoid
Description: Element 58: Serium (Ce), Lanthanoid
Description: Element 59: Praseodimium (Pr), Lanthanoid
Description: Element 60: Neodimium (Nd), Lanthanoid
Description: Element 61: Prometium (Pm), Lanthanoid
Description: Element 62: Samarium (Sm), Lanthanoid
Description: Element 63: Europium (Eu), Lanthanoid
Description: Element 64: Gadolinium (Gd), Lanthanoid
Description: Element 65: Terbium (Tb), Lanthanoid
Description: Element 66: Disprosium (Dy), Lanthanoid
Description: Element 67: Holmium (Ho), Lanthanoid
Description: Element 68: Erbium (Er), Lanthanoid
Description: Element 69: Tulium (Tm), Lanthanoid
Description: Element 70: Iterbium (Yb), Lanthanoid
Description: Element 71: Lutesium (Lu), Lanthanoid
Description: Element 72: Hafnium (Hf), Transition metal
Description: Element 73: Tantalum (Ta), Transition metal
Description: Element 74: Wolfram (W), Transition metal
Description: Element 75: Renium (Re), Transition metal
Description: Element 76: Osmium (Os), Transition metal
Description: Element 77: Iridium (Ir), Transition metal
Description: Element 78: Platina (Pt), Transition metal
Description: Element 79: Emas (Au), Transition metal
Description: Element 80: Raksa (Hg), Transition metal
Description: Element 81: Talium (Tl), Other metal
Description: Element 82: Timbal (Pb), Other metal
Description: Element 83: Bismut (Bi), Other metal
Description: Element 84: Polonium (Po), Metalloid
Description: Element 85: Astatin (At), Halogen
Description: Element 86: Radon (Rn), Noble gas
Description: Element 87: Fransium (Fr), Alkali metal
Description: Element 88: Radium (Ra), Alkaline earth metal
Description: Element 89: Aktinium (Ac), Actinoid
Description: Element 90: Torium (Th), Actinoid
Description: Element 91: Protaktinium (Pa), Actinoid
Description: Element 92: Uranium (U), Actinoid
Description: Element 93: Neptunium (Np), Actinoid
Description: Element 94: Plutonium (Pu), Actinoid
Description: Element 95: Amerisium (Am), Actinoid
Description: Element 96: Kurium (Cm), Actinoid
Description: Element 97: Berkelium (Bk), Actinoid
Description: Element 98: Kalifornium (Cf), Actinoid
Description: Element 99: Einsteinium (Es), Actinoid
Description: Element 100: Fermium (Fm), Actinoid
Description: Element 101: Mendelevium (Md), Actinoid
Description: Element 102: Nobelium (No), Actinoid
Description: Element 103: Lawrensium (Lr), Actinoid
Description: Element 104: Rutherfordium (Rf), Transition metal
Description: Element 105: Dubnium (Db), Transition metal
Description: Element 106: Seaborgium (Sg), Transition metal
Description: Element 107: Bohrium (Bh), Transition metal
Description: Element 108: Hasium (Hs), Transition metal
Description: Element 109: Meitnerium (Mt)
Description: Element 110: Darmstadtium (Ds)
Description: Element 111: Roentgenium (Rg)
Description: Element 112: Kopernisium (Cn), Transition metal
Description: Element 113: Ununtrium (Uut)
Description: Element 114: Ununquadium (Uuq)
Description: Element 115: Ununpentium (Uup)
Description: Element 116: Ununhexium (Uuh)
Description: Element 117: Ununseptium (Uus)
Description: Element 118: Ununoctium (Uuo)
17Cl
Penampilan
Gas berwarna hijau kekuningan pucat
Description: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f4/Chlorine_ampoule.jpg/250px-Chlorine_ampoule.jpg
Ciri-ciri umum
klor, Cl, 17
173, p
35,453(2)
[Ne] 3s2 3p5
2, 8, 7
Sifat fisika
(0 °C, 101.325 kPa)
3,2 g/L
171,6 K, -101,5 °C, -150,7 °F
239,11 K, -34,4 °C, -29,27 °F
416,9 K, 7,991 MPa
(Cl2) 6,406 kJ·mol−1
(Cl2) 20,41 kJ·mol−1
(Cl2)
33,949 J·mol−1·K−1
P (Pa)
1
10
100
1 k
10 k
100 k
at T (K)
128
139
153
170
197
239
Sifat atom
±1, 3, 5, 7
(oksida
asam kuat)
3,16 (skala Pauling)
pertama: 1251,2 kJ·mol−1
ke-2: 2298 kJ·mol−1
ke-3: 3822 kJ·mol−1
Jari-jari atom (terhitung)
79 pm
99 pm
175 pm
Lain-lain
ortorombik
nonmagnetic
(20 °C) > 10 Ω·m
8,9x10-3  W·m−1·K−1
(gas, 0 °C) 206 m·s−1
7782-50-5
Isotop paling stabil
Artikel utama: Isotop dari klor
DE (MeV)
35Cl
75,77%
Cl stabil dengan 18 neutron
36Cl
0,709
36Ar
-
36S
37Cl
24,23%
Cl stabil dengan 20 neutron
l  b  s
· r

Klor (
bahasa Yunani: Chloros, "hijau pucat"), adalah unsur kimia dengan simbol Cl dan nomor atom 17. Dalam tabel periodik, unsur ini termasuk kelompok halogen atau grup 17 (sistem lama: VII or VIIA). Dalam bentuk ion klorida, unsur ini adalah pembentuk garam dan senyawa lain yang tersedia di alam dalam jumlah yang sangat berlimpah dan diperlukan untuk pembentukan hampir semua bentuk kehidupan, termasuk manusia. Dalam bentuk gas, klorin berwarna kuning kehijauan, dan sangat beracun. Dalam bentuk cair atau padat, klor sering digunakan sebagai oksidan, pemutih, atau desinfektan.




Metana


Metana
Description: Gambar
Description: Gambar
Description: Gambar
·         Metana[1] (substitutif)
·         Tetrahidridokarbon[1] (aditif)
Nama lain[sembunyikan]
·         Karbon tetrahidrida[rujukan?]
·         Marsh gas[2]
·         Metil hidrida[2]
Identifikasi
[74-82-8]
PA1490000
C
1718732
59
3DMet
Sifat
CH4
16.04 g mol−1
Penampilan
gas tidak berwarna
tidak berbau
655.6 μg cm−3


Kelarutan dalam air
35 mg dm−3 (at 17 °C)
1.09
Termokimia
−74.87 kJ mol−1
−891.1–−890.3 kJ mol−1
186.25 J K−1 mol−1
{{{HeactCapacity}}}
Bahaya
Description: Mudah terbakarF+
Indeks EU
601-001-00-4
Description: NFPA 704.svg
4
1
0

R12
S2, S9, S16, S33
−188 °C
537 °C
5–15% [3]
Senyawa terkait
alkana terkait
Propana
Senyawa terkait
Formaldehida
Asam format
Metanol
Silana
Kecuali dinyatakan sebaliknya, data di atas berlaku
pada
temperatur dan tekanan standar (25°C, 100 kPa)
Metana adalah hidrokarbon paling sederhana yang berbentuk gas dengan rumus kimia CH4. Metana murni tidak berbau, tapi jika digunakan untuk keperluan komersial, biasanya ditambahkan sedikit bau belerang untuk mendeteksi kebocoran yang mungkin terjadi.
Sebagai komponen utama gas alam, metana adalah sumber bahan bakar utama. Pembakaran satu molekul metana dengan oksigen akan melepaskan satu molekul CO2 (karbondioksida) dan dua molekul H2O (air):
CH4 + 2O2 → CO2 + 2H2O
Metana adalah salah satu gas rumah kaca. Konsentrasi metana di atmosfer pada tahun 1998, dinyatakan dalam fraksi mol, adalah 1.745 nmol/mol (bagian per milyar), naik dari 700 nmol/mol pada tahun 1750. Pada tahun 2008, kandungan gas metana di atmosfer sudah meningkat kembali menjadi 1.800 nmol/mol.[4]

0 Komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda